Jumat, 19 November 2010
Rujukan Dini Berencana
Rujukan berencana merupakan suatu rujukan yang dikembangkan secara sederhana, mudah dimengerti dan dapat dipersiapkan atau direncanakan oleh ibu atau keluarga dalam mempersiapkan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Rujukan berencana ini bertujuan untuk menurunkan atau mengurangi rujukan terlambat, mencegah komplikasi ibu dan anak, serta mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak, sehingga keterlambatan dalam pengenalan masalah, pengambilan keputusan, pengiriman ke pusat rujukan, serta penangan di setiap rujukan dapat teratasi dengan baik.
Macam rujukan berencana sebagai berikut:
1. Rujukan dini berencana
Rujukan yang dilakukan pada ibu dan anak yang masih sehat dan diperkirakan akan nada komplikasi
2. Rujukan tepat waktu
Rujukan yang harus dilakukan dalam menyelamatkan nyawa, dilakukan pada ibu atau anak yang mengalami komplikasi
Selasa, 16 November 2010
PERSALINAN
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin, plasenta, air ketuban), yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan persalinan yaitu psikologi ibu. Mendekati proses persalinan berbagai perasaan akan campur aduk dalam hati para ibu hamil, sehingga itu akan berpengaruh pada psikologi ibu. Selain tidak sabar ingin melihat buah hatinya lahir ke dunia, rasa takut dan cemas menghadapi proses persalinan pun berkecamuk dalam pikiran. Melahirkan dan rasa sakit memang sudah menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Mendekati proses persalinan berbagai perasaan akan campur aduk dalam hati para ibu hamil. Selain tak sabar ingin melihat buah hatinya lahir ke dunia, rasa takut dan cemas menghadapi proses persalinan pun berkecamuk dalam pikiran. Melahirkan dan rasa sakit memang sudah menjadi kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Ketika bersalin, sebagian besar wanita memang mengalami nyeri yang sangat hebat, bahkan terkadang melebihi dugaan mereka sebelumnya.
Nyeri pada proses persalinan akan melalui empat tahap, yakni tahap I (pembukaan), biasanya nyeri pada tahap ini diakibatkan kontraksi rahim dan peregangan mulut rahim. Tahap II (kelahiran), nyeri timbul karena peregangan dasar panggul dan pengguntingan perineum (bibir kemaluan) jika diperlukan. Tahap III adalah nyeri yang timbul karena pelepasan plasenta, dan tahap terakhir nyeri yang ditimbulkan karena penjahitan luka perineum. Rasa nyeri saat melahirkan juga bisa disebabkan oleh ketakutan. kecemasan dan stres yang berlebihan pada saat hamil sama berbahaya dengan ibu hamil yang perokok. Keadaan itu bisa berakibat bayi lahir prematur, kesulitan belajar, anak menjadi hiperaktif, atau bahkan mengalami autism.
Cara mengatasi nyeri bisa berupa pemberian obat-obatan maupun tanpa obat. Sebenarnya sejak tahun 1874 telah digunakan metode penghilang nyeri saat persalinan, yakni dengan menggunakan diethyl ether. Namun saat ini dokter banyak menggunakan obat analgetik untuk mengurangi nyeri. Untuk mengurangi efek samping akibat penyuntikan obat, bagian yang diblok hanya pusat otot sensoriknya saja yang disuntikkan di bagian punggung atau tulang belakang, atau disebut juga dengan analgesia epidural. Dosis yang dipakai pun sangat sedikit sehingga pengaruhnya pada ibu dan bayi sangat minimal.
Sementara itu, cara non farmakalogi yang bisa dilakukan untuk menghilangkan nyeri antara lain mempersiapkan mental sejak awal kehamilan. Jika calon ibu dalam keadaan tenang dan rileks, maka rasa sakit ketika kontraksi tidak akan terlalu dirasa. Untuk mengatasi kecemasan itu Lanny Kuswandi mengembangkan teknik relaksasi dan hypnobirthing yang disadapnya dari berbagai pusat latihan di Amerika Serikat. Teknik ini terbukti berhasil membuat persalinan berjalan lancar.
HYPNOBIRTHING
Hypnobirthing berasal dari kata hypno (hypnos dari bahasa Yunani yang artinya "tidur") dan birthing dari bahasa Inggris yaitu "proses melahirkan". Hypnobirthing adalah science and art (ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan bahasan secara ilmiah). Meski demikian, hypnobirthing adalah suatu istilah yang dipatenkan oleh Marie F Mongan sejak tahun 1989. Meski secara modern di AS metode hypnotherapy untuk melahirkan sudah dikenal sejak tahun 1950-an dengan istilah istilah lain yang menandung pemaknaan yang sama yaitu hypnobabies, hypnobirth, hypnosis for birthing, hypnosis for babybirth , hypnosis for child . HypnoBirthing dicetuskan berdasarkan buku yang ditulis oleh pakar ginekologi Dr. Grantly Dick-Read, yang mempublikasikan buku Childbirth Without Fear pada 1944. Terapi HypnoBirthing selanjutnya dikembangkan oleh Marie Mongan, pendiri HypnoBirthing Institute.
Hypnobirthing pertama kali dikembangkan pada tahun 1987 oleh Michelle Leclaire O'Neill, Ph.D.,RN Ia adalah pelopor dalam studi tubuh pikiran-integrasi untuk mengobati ketidaksuburan, kehamilan, persalinan prematur, dan depresi pasca-melahirkan, dan saat ini direktur dari Mind Body Center di Pacific Palisades, California. The Leclaire Hypnobirthing Method is the only natural childbirth education program developed by a woman.Metode hypnobirthing adalah satu-satunya program pendidikan melahirkan normal dikembangkan oleh seorang wanita.
Hypnobirthing merupakan perkembangan dari hipnosis, yang sama sekali bukan magic seperti anggapan yang berkembang di masyarakat. Banyak orang yang tidak tahu bahwa hipnosis merupakan bagian dari ilmu kedokteran dan bahkan yang menemukannya adalah seorang dokter bernama Dr Frans Anton Mesmer berkebangsaan Austria. Sedangkan hipnosis adalah upaya pemberdayaan pikiran bawah sadar dengan mengistirahatkan pikiran sadar. Kini, pengertian hypnosis adalah santainya otak, yang dapat diperhatikan dari dominannya irama alfa 8-12 Hz pada EEG (Elektro-Ensefalo-Grafi).
Dengan hypnobirthing rasa sakit bisa diminimalkan mekainismenya baik secara fisiologis maupun psikologis. Secara fisiologis saat wanita masuk relaksasi hypnosis, gelombang pikirannya masuk ke gelombang alfa frekuensinya 7-14 hertz atau lebih dalam lagi ke gelombang theta frekuensinya 4-7 hertz. ketika pikiran masuk ke gelombang ini, manusia menghasilkan zar endorphin alami yang berguna untuk menghilangkan rasa sakit. Dan dalam hypnosis state ini, sistem metabolisme tubuh menjadi jauh lebih baik dan tubuh bebas dari ketegangan.
Adapun beberapa hal pokok dari metode hypnobirthing yaitu :
1. 1.Hypnosis for Natural Childbirth Audio Tape for Pregnancy - A deep relaxation tape that you can play throughout your pregnancy, which enables you to be calm, relaxed, centered, energized and very bonded to your baby.Melahirkan dengan hipnosis Audio Tape untuk Kehamilan - kaset relaksasi yang mendalam bahwa ibu dapat bermain selama kehamilan, yang memungkinkan klien untuk menjadi tenang, rileks, terpusat, bersemangat dan sangat terikat pada bayinya.
2. 2.Hypnosis for Childbirth Audio Tape for Labor - This is a tape that you play beginning week 39 and play during your labor.Hypnosis untuk Melahirkan Audio Tape untuk Tenaga Kerja - Ini adalah sebuah pita dimana ibu bermain minggu mulai 39 dan bermain selama persalinan. This tape gives you (and your partner) easy accessibility to a renewed spirit of openness, excitement, well being and a relaxed anticipation of the miracle of your childbirth.Rekaman ini memberikan ibu (dan suami) aksesibilitas mudah untuk semangat baru keterbukaan, kegembiraan, kesejahteraan dan antisipasi santai keajaiban saat melahirkan. It teaches you and prepares you to be aware of your contractions and to experience them in an atmosphere of peace, calm and serenity without the emotions and tension that can result in pain.Ini mengajarkan dan mempersiapkan ibu untuk mengetahui kontraksi dan mengalami mereka dalam suasana damai, damai dan tenang tanpa emosi dan ketegangan yang dapat mengakibatkan rasa sakit.
3. Smart Beginnings Music Tape - This is scientifically tested music which promotes the mother/infant bonding, relaxes both the mother and infant, enhances mother and baby's ability to relax during breastfeeding and INCREASES your baby's ability to learn.Smart Permulaan Musik Tape - Ini adalah musik diuji secara ilmiah yang mempromosikan ibu / bayi ikatan, santai sang ibu dan bayi, ibu dan bayi meningkatkan kemampuan untuk rileks selama menyusui dan meningkatkan kemampuan bayi untuk belajar. It is also used effectively to elevate the mood as one of the tools to prevent pre-natal anxiety and postpartum depression.Hal ini juga digunakan secara efektif untuk meningkatkan suasana hati sebagai salah satu alat untuk mencegah pra-natal kegelisahan dan depresi pascamelahirkan. This music tape also has been used effectively in focusing children and adults who have ADHD.Rekaman musik ini juga telah digunakan secara efektif dalam memfokuskan anak-anak dan orang dewasa yang menderita ADHD. A must for every household! Sebuah keharusan bagi setiap rumah tangga It's also an instant refreshing vacation. Ini juga menyegarkan instan liburan. Disarankan untuk digunakan Use it daily!setiap hari. It's as clear and uplifting as a lovely spring day.Musik itu instan sebagai anestesi alami yang digunakan selama persalinan dan kelahiran.
4. 4.Creative Childbirth Book - The complete Leclaire Hypnobirthing Method - here among other things you and your partner will learn visualization, self hypnosis, psychological preparation and emotional mastery techniques that allow you to overcome your fears and enhance your relaxation during labor and birthing.Melahirkan kreatif Book - Leclaire lengkap Metode hypnobirthing - di sini antara lain ibu dan suami akan belajar visualisasi, self hipnosis, psikologis dan emosional persiapan penguasaan teknik yang memungkinkan ibu untuk mengatasi ketakutan dan meningkatkan relaksasi selama kehamilan dan persalinan.
5. The Hypnosis for Childbirth Workbook - In the workbook you will learn five simple steps to rational thought and healthy thinking; a proven and effective technique for achieving happiness.Hypnosis untuk yang Melahirkan Workbook - Dalam buku kerja ibu akan mempelajari lima langkah sederhana untuk berpikir rasional dan sehat berpikir, yang sudah terbukti dan teknik yang efektif untuk mencapai kebahagiaan. There is no doubt that you will receive great benefit from the workbook, book and tapes.
Hypnobirthing suatu metode relaksasi dikhususkan untuk ibu hamil. Dengan metode ini seorang ibu hamil bisa mendapatkan relaksasi yang mendalam, baik secara fisik, nafas dan pikiran. dalam keadaan relaksasi yang dalam ini seorang ibu bisa mengaktifkan pikiran bawah sadar. Dampaknya melalui pikiran bawah sadar yang aktif, ibu hamil dengan mudah mendapatkan suasana rileks, emosi stabil, nyaman dan bahagia. dalam kondisi rileks. Jadi, lebih pada penanaman mindset pada si ibu bahwa melahirkan itu tidak sakit. Inilah kondisi terbaik dalam persiapannya menghadapi persalinan. Dan ibu hamil yang melatih diri melalui metode hypnobirthing, ibu hamil bisa dengan mudah meminimalkan rasa sakit tanpa penggunaan obat obatan. Selain berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memperlancar proses persalinan. Hypnobirthing atau penggunaan hypnosis selama masa kehamilan bisa mencegah gangguan emosional baik saat sebelum persalinan dan setelah persalinan.
Setiap wanita bisa melakukan hypnobirthing. Prinsipnya adalah relaksasi pikiran , relaksasi nafas dan relaksasi tubuh. Relaksasi atau hypnobirthing ini bisa dilakukan oleh hypnotherapis, Dokter juga para medis kepada pasien sang ibu hamil, bisa juga dilakukan oleh suami (yang sudah mendapat pelatihan hypnobirthing) kepada istrinya saat masa hamil, bisa dilakukan oleh ibu hamil (self hypnosis) hanya dengan ikut pelatihan singkat.
Melakukan hypnobirthing hanya butuh pelatihan singkat, karena pada dasarnya upaya sinkronisasi antara mind body soul tidak sulit dilakukan oleh siapapun. Karena sebetulnya hypnosis adalah proses sehari hari yang disadari atau tidak disadari terjadi di sekitar kita, dan kita pun mengalami. Prinsipnya bagaimana kita bisa fokus, rileks dalam suasana tenang, dan kita sadar sepenuhnya.
Ada kekeliruan bahwa masuk ke hypnosis atau bawah sadar seolah oleh kita jadi tidak sadar bengong dll. Itulah kesalahfahaman yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Karena memang banyak media yang meliput hypnosis dengan perspektif yang keliru.
Yang benar bahwa keadaan hypnosis atau masuk pikiran bawah sadar, sepenuhnya kita sadar. Jadi jangan samakan hypnosis utuk melahirkan seperti hypnosis dalam pertunjukan. Karena memang sangat berlainan . Kenapa seorang ibu hamil darus diatih melakukan self hypnosis, karena supaya kapanpun ibu hamil menginginkan rileks. Ia bisa dengan mudah melakukan rileksasi atau self hypnosis untuk dirinya, sehingga ibu hamil jika mengalami keluhan fisik atau mental, dirinya bisa mengatasi dengan self hypnosis.
Secara tidak langsung karena ibu merasa rileks dan tidak merasakan ketegangan akibat proses persalinan yang terkenal menyakitkan, tenaga medis seperti dokter maupun bidan lebih mudah menangani ibu hamil yang melakukan persalinan dengan teknik Hypnobirthing. Ini disebabkan ibu tidak banyak mengeluh dan cenderung rileks. Proses ini membuat persalinan menjadi lebih lancar dengan minimnya penggunaan bius maupun penggunaan induksi.
Banyak manfaat yang didapat dari metode hypnobirth ini, antara lain :
· Meminimalkan atau bahkan menghilangkan rasa takut, tegang, sindrom rasa sakit, serta kepanikan selama proses persalinan dan periode setelahnya.
· Mengurangi atau menghapus keinginan untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit saat bersalin.
· Mempersingkat fase awal proses pembukaan jalan lahir.
· Menghilangkan keletihan setelah proses kelahiran bayi sehingga Anda tetap bertenaga.
· Mengurangi pernafasan cepat dan pendek karena menahan rasa sakit saat persalinan berlangsung.
· Mempercepat masa pemulihan pasca melahirkan.
· Membuat proses kelahiran alami menjadi sesuatu yang indah dan tidak traumatis.
· Mempercepat ikatan batin antara Anda, bayi, dan suami.
Manfaat yang paling nyata adalah tidak rusaknya rahim akibat sobekan alat operasi, terlebih secara kosmetik kulit perut tidak ada bekas jaritan. Selain itu, manfaatnya juga baik bagi janin ketika melewati jalan rahim, secara alami ia mendapatkan bakteri yang dapat memberi kekebalan bagi janin tersebut.
Oleh sebab itu, saat sekarang ini diupayakan untuk melaksanakan proses kelahiran diupayakan menggunakan metode-metode terbaru yang dapat mengurangi nyeri namun bukan secara farmakologis, dalam konteks penekanan pada proses penerimaan psikologis individu, satu diantaranya adalah dengan menggunakan metode hypnobirthing untuk mempermudah dan memperlancar proses persalinan agar didapatkan wellborn baby, dimana bayi tidak hanya lahir namun diperhatikan pula perkembangan dan kesejahteraan bayi tersebut setelah lahir dan pertumbuhan serta perkembangannya.
Bayi Baru Lahir
Dalam upaya menurunkan AKB, selain tindakan asuhan persalinan yang tepat dan benar, juga tidak kalah pentingnya adalah asuhan bayi baru lahir yang tepat dan benar juga. Menurut data Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, penyebab kematian neonatal (bayi sampai usia 28 hari) paling tinggi adalah karena bayi berat lahir rendah (BBLR, didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram), yaitu sebesar 29 persen. Disusul penyebab urutan kedua karena asfiksia pada bayi baru lahir (asfiksia adalah keadaan bayi baru lahir yang gagal atau tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur), sebesar 27 persen.
Konsep-konsep esensial bayi baru lahir:
- Pada periode pascapartum, bayi baru lahir mengalami perubahan biofisiologis dan perilaku yang kompleks akibat transisi ke kehidupan ekstrauterin.
- Asuhan kebidanan BBL didasarkan pada pengetahuan tentang perubahan-perubahan biofisiologis ini dan pengaruh bayi pada unit keluarga.
- Beberapa jam pertama setelah lahir menampilkan suatu periode penyesuaian kritis bagi BBL pada sebagian besar lingkungan, penolong persalinan memberikan asuhan langsung kepada bayi segera setelah lahir.
- Setelah periode transisi, penolong persalinan terus mengevaluasi BBL dengan interval yang periodik dan menyesuaikan rencana asuhan kebidanan sesuai dengan hasil temuan terbaru.
- Penolong persalinan harus terampil menyeimbangkan kebutuhan keluarga akan privasi dengan kebutuhan memantau transisi bayi ke kehidupan ekstrauterin
I. PERUBAHAN SISTEM PERNAFASAN
Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari pharynx, yang bercabang dan kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus. Proses ini terus berlanjut setelah kelahiran hingga sekitar usia 8 tahun sampai jumlah bronkiolus dan alveolus akan sepenuhnya berkembang, walaupun janin memperlihatkan adanya bukti gerakan napas sepanjang trimester kedua dan ketiga (Varney’s, halaman 551). Ketidakmatangan paru-paru terutama akan mengurangi peluang kelangsungan hidup bayi baru lahir sebelum usia kehamilan 24 minggu, yang disebabkan oleh keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan system kapiler paru-paru dan tidak mencukupinya jumlah surfaktan.
Ada dua faktor yang berperan pada rangsangan napas pertama bayi, yaitu:
1. Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernapasan di otak.
2. Tekanan terhadap rongga dada, yang terjadi karena kompresi paru-paru selama persalinan, yang merangsang masuknya udara kedalam paru-paru secara mekanis.
Interaksi antara sistem pernapasan, kardiovaskuler dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. Jadi system-sistem harus berfungsi secara normal. Upaya pernapasan pertama seorang bayi berfungsi untuk :
1. Mengeluarkan cairan dalam paru-paru
2. Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali
Agar alveolus dapat berfungsi, harus terdapat surfaktan yang cukup dan aliran darah ke paru-paru. Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan dan jumlahnya akan meningkat sampai paru-paru matang sekitar 30-34 minggu kehamilan. Surfaktan ini mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkan dinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan Tanpa surfaktan, alveoli akan kolaps setiap saat setelah akhir setiap pernapasan, yang menyebabkan sulit bernapas. Peningkatan kebutuhan energi ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. Berbagai peningkatan ini menyebabkan stress pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu. Dari cairan menuju udara Bayi cukup bulan, mempunyai cairan di dalam paru-parunya.
Pada saat bayi melalui jalan lahir selama persalinan, sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. Seorang bayi yang dilahirkan melalui seksio sesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada ini dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama. Dengan beberapa kali tarikan napas pertama, udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus bayi baru lahir. Dengan sisa cairan di dalam paru-paru dikeluarkan dari paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah. Semua alveolus paru-paru akan berkembang terisi udara sesuai dengan perjalanan waktu.
Fungsi sistem pernapasan dalam kaitanya dengan fungsi kardiovaskuler oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara. Jika terdapat hipoksia, pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokonstriksi. Pengerutan pembuluh ini berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna menerima oksigen yang berada dalam alveoli, sehingga menyebabkan penurunan oksigenasi jaringan, yang akan memperburuk hipoksia. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan menghilangkan cairan paru-paru. Peningkatan aliran darah ke paru-paru akan mendorong terjadinya peningkatan sirkulasi limfe dan membantu menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim.
II. PEMELIHARAAN PERNAFASAN
Untuk bisa bertahan hidup, bayi mengalami perubahan-perubahan fisiologis dalam tubuhnya salah satunya yaitu system pernafasan. Faktor-faktor yang berpengaruh pada rangsangan pertama nafas bayi yaitu:
a) Penurunan tekanan O2 dan peningkatan tekanan CO2 yang merangsang kemoreseptor di sinus karotis
b) Tekanan terhadap rongga dada sewaktu melewati jalan lahir
c) Rangsangan dingin di daerah muka
d) Reflek deflaksi hering breur
Pernafasan BBL pada jam pertama rata-rata 40x/menit abdominal, pernafasan tidak teratur disertai periode apneu singkat tapi tidak menimbulkan perubahan warna kulit. Untuk menjaga pernafasan bayi tetapi stabil dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut :
a) Mengeringkan dan membungkus bayi
b) Menghisap lendir sesuai kondisi bayi
c) Memotong dan mengikat tali pusat
d) Nilai APGAR pada 1 dan 5 menit pertama setelah BBL
e) Observasi KU bayi
f) Kontak kulit dini dengan ibu dan beri IMD untuk mendukung laktasi
Apabila pada saat BBL ada gangguan system pernafasan dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut :
a) Membebaskan jalan nafas bayi dengan cara menghisap lendir disekitar mulut dan hidung bayi
b) Nilai APGAR 1 dan 5 menit pertama setelah BBL
c) Atur posisi bayi dengan kepala agak ekstensi
d) Observasi keadaan umum bayi
Setiap bidan/ penolong persalinan seyogyanya senantiasa siap siaga untuk memberikan tatalaksana bayi dengan asfiksia. Tidak setiap kasus asfiksia dapat diramalkan sebelum bayi lahir, mengingat 90 persen penyulit terjadi pada saat persalinan. Di dalam benak setiap penolong persalinan harus sudah ada empat pertanyaan yang menunjukkan risiko bayi yang membutuhkan resusitasi (upaya pemulihan/pertolongan kegawatdaruratan sistem pernafasan dan sistem peredaran darah), yaitu:
a) Apakah bayi lahir cukup bulan?
b) Apakah cairan ketuban jernih?
c) Apakah bayi lahir bernapas atau menangis?
d) Apakah tonus otot bayi baik?
Jika salah satu dari empat pertanyaan di atas dijawab tidak, maka bayi memerlukan tindakan resusitasi, yang tentunya hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. Tatalaksana resusitasi pada kasus di atas dapat berupa:
a) memberikan kehangatan pada bayi untuk mencegah hipotermia (suhu tubuh di bawah normal)
b) membuka jalan napas dengan memposisikan kepala bayi setengah tengadah dan membersihkan jalan napas
c) pemberian oksigen
d) memberikan napas buatan dengan alat
e) kompresi dada (pijat jantung)
f) pemberian obat-obatan langsung ke pembuluh darah bayi.
Rabu, 13 Oktober 2010
OBAT DAN SUPLEMEN YANG DIBERIKAN PADA IBU HAMIL
- Asam Folat
Asam Folat juga penting dalam membantu pembelahan sel. Asal Folat juga bisa mencegah Anemia dan menurunkan resiko terjadinya NTD (Neural Tube Effects) dan sebagai antidepresan.
Kekurangan Asam Folat menyebabkan bayi lahir dengan Bibir Sumbing, Bayi lahir dengan berat badan rendah, Down’s Syndrome, dan Keguguran. Bayi mengalami kelainan pembuluh darah, rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah, menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya.
Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada anak perempuan, saat dewasa tidak mengalami menstruasi. Pada ibu hamil, kekurang Asam Folat menyebabkan meningkatnya resiko Anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu dan pucat.
Sumber makanan yang mengandung Asam Folat dalah Hati Sapi (liver), brokoli, jeruk, bayam, dan sebagainya. Roti dan Susu juga mengandung Asam Folat tinggi karena kini susu dan tepung terigu telah difortifikasi mengandung Asam Folat. Kebutuhan Asam Folat untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari atau sama dengan 2 (dua) Gelas Susu. Mengkonsumsi Asam Folat tidak hanya ketika hamil, tetapi sebelum hamil juga sangat dianjurkan. Banyak negara telah melakukan kebijakan dalam pengurangan NTD dengan memwajibkan ibu mengkonsumsi Asam Folat.
- Vitamin B6
Vitamin B6 atau yang dikenal juga sebagai piridoksin adalah golongan Vitamin B. Pada wanita hamil memerlukan vitamin B6 sejumlah 1.9 miligram yang membantu untuk membentuk antibodi, sel darah merah, dan neurotrasmiter.
Menurut beberapa penelitian diduga dengan konsumsi vitamin B6 akan membantu mengurangi rasa mual - muntah pada beberapa wanita, tetapi tidak pada semua wanita.Dan para ahli sendiri masih belum mengetahui dengan pasti bagaimana Vitamin B6 berpengaruh untuk mengatasi rasa mual ini.
Untuk mengatasi rasa mual - muntah saat kehamilan, dosis vitamin B6 yang diperlukan lebih besar, dimana dosis yang dianjurkan yaitu 10 mg untuk 3-4 kali sehari.
Vitamin B6 juga dapat anda konsumsi dari berbagai variasi makanan seperti pisang, sereal, kentang, ikan, ayam , gandum, jagung, kacang-kacangan.
- Zat Besi
Zat besi merupakan mineral yang diperlukan oleh semua sistem biologi di dalam tubuh. Besi merupakan unsur esensial untuk sintesis hemoglobin, sintesis katekolamin, produksi panas dan sebagai komponen enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk produksi adenosin trifosfat yang terlibat dalam respirasi sel. Zat besi dapat disimpan di hepar, lien dan sumsum tulang. Sekitar 70% zat besi yang ada di dalam tubuh berada dalam hemoglobin dan 3% dalam mioglobin (simpanan oksigen intramuskuler). Defisiensi zat besi akan mengakibatkan anemia yang menurunkan jumlah maksimal oksigen yang dapat dibawa oleh darah. Seorang wanita yang mengalami anemia biasanya tampak sangat letih, kehilangan selera makannya dan merasa tidak mampu untuk mengatasi berbagai masalah. Tanpa diobati, penyakit anemia dapat berlanjut pada keadaan gagal jantung. Karena itu, kita harus menyadari bahwa gejala sesak nafas dan takikardia dapat disebabkan oleh anemia dan tidak selalu berhubungan dengan kehamilan ibu.
Pada orang yang sehat, kehilangan zat besi dari tubuh adalah 1-2mg/hari. Zat besi yang hilang ini akan digantikan oleh asupan zat besi rata-rata per hari yang di negara maju berkisar sekitar 15-20mg. Sumber zat besi yang baik meliputi daging merah, telur, jenis sayuran tertentu (seperti bayam) dan sereal atau biji-bijian yang utuh. Sebagian besar zat besi yang terdapat dalam makanan memiliki bentuk feri (Fe3+). Sekret lambung akan melarutkan zat besi dari makanan sehingga mempermudah proses reduksi menjadi bentuk fero ((Fe2+). Proses ini merupakan proses fisiologi yang penting karena zat besi hanya dapat diserap dalam bentuk fero. Normalnya, penyerapan zat besi akan diatur dengan teliti sehingga jumlah zat besi yang diserap hanya cukup untuk menggantikan zat besi yang hilang. 3-10% asupan zat besi setiap harinya akan diserap. Penyerapan ini terutama berlangsung dalam duodenum bagian proksimal tempat sel-sel mukosa mengatur efisiensi penyerapan zat besi.
Jumlah zat besi yang diserap akan bergantung pada sejumlah faktor seperti kandungan makanan, simpanan zat besi dalam tubuh, kecepatan produksi sel darah merah dan apakah pasien meminum zat besi atau tidak.
Jika simpanan zat besi dalam tubuhnya rendah, penyerapan akan meningkat sampai 30% bahkan 70% pada kehamilan yang lanjut ketika zat besi yang diekstraksi oleh sel-sel mukosa usus dengan proporsi yang lebih besar bisa diangkut lewat mekanisme pembawa dalam plasma darah. Bila di dalam tubuh simpanan zat besinya tinggi, sel-sel mukosa hanya mengangkut sejumlah kecil zat besi ke dalam plasma. Di dalam plasma, zat besi akan terikat dengan protein pengangkut, yaitu transferin. Sebagian besar zat besi disimpan dalam sel sebagai feritin. Feritin merupakan bentuk simpanan zat besi dalam jaringan, dan ditemukan dalam sel-sel yang melapisi usus, hati, ginjal, lien serta sumsum tulang. Pengukuran kadar feritin serum menghasilkan suatu indeks simpanan besi dalam jaringan. Untuk memperbarui simpanan zat besi tersebut diperlukan asupan zat besi per oral yang kontinu selama beberapa bula sesudah konsentrasi hemoglobin diperbaiki.
Keseimbangan zat besi diatur oleh penyerapannya, akan tetapi, tidak ada mekanisme yang sederhana untuk mengatur eliminasi zat besi terutama bergantung pada rontoknya sel-sel mukosa yang melapisi usus. Karena itu, pemberian zat besi yang berlebihan pada orang yang rentan akan menimbulkan kelebihan zat besi yang dinamakan hemosiderosis/hemokrematosis. Di eropa terdapat 12-13% wanita yang heterozigus dan 0,3-0,5 % yang homozigus untuk gen hemokromatosis. Jika para wanita ini mengkonsumsi zat besi ( dalam bentuk tablet ) dengan dosis yang tinggi, mereka dapat mengalami kelebihan beban zat besi yang akan merusak hati dan pankreas. Beberapa penyelidikan yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa gen-gen ini meningkatkan kerentanan terhadap kelebihan zat besi pada gagal ginjal
Zat besi pada kehamilan
Ekstra zat besi yang diperlukan pada kehamilan. Zat besi pada kehamilan dengan janin tunggal adalah:
200-600 mg untuk memenuhi masa sel darah merah;
200-370 mg untuk janin yang bergantung pada berat lahirnya;
150-200 mg untuk kehilangan eksternal,
30-170 mg untuk tali pusat dan plasenta
90-310 mg untuk meagantikan darah yang hilang pada saat melahirkan
Dengan demikian, kebutuhan total zat besi pada kehamilan berkisar antara 580-1340 mg dan 440-1050 mg diantaranaya akan hilang dalam tubuh ibu pada saat melahirkan.
Untuk mengatasi kehilangan ini, ibu hamil memerlukan rata-rata 3,4 sampai 4 mg zat besi per hari. Kebutuhan ini akan meningkat secara signifikan dalam trimester terakhir, yaitu rata-rata 2,5 mg/hari pada wal kehamilan menjadi 6,6 mg/hari. Zat besi yang tersedia dalam makana berkisar dari 0,9 hingga 1,8 mg/hari dan ketersediaan ini bergantung pada kecukupan dietnya. Karena itu, pemenuhan kebutuhan pada kehamilan memerlukan mobilitas simpanan zat besi dan peningkatan absorpsi zat besi. Meskipun absorpsi zat besi meningkat. Cukup besar selama kehamilan, namun bila kehamilan yang satu dengan lain memiliki jarak yang cukup dekat dan/ atau bila simpanan zat besinya rendah, maka asupan zat besi yang cukup hanya daspat dipenuhi lewat suplementasi. Hanya pada keadaan yang sangat ekstrem, bayi akan lahir dengan defisiensi zat besi.
Laktasi juga meningkatkan kebutuhan zat bessi, jika seorang ibu mengalami penipisan zat besi postpartum, bayinya mungkin memerlukan terapi profilaksis zat besi. Bayi dengan berat lahir yang rendah, khususnya yang dilahirkan lewat cecar, dapat membutuhkan suplemen zat besi. Anemia pada anak-anak pernah disertai dengan kesulitan perilaku dan belajar.
Anemia pada kehamilan
Konsentrasi feritin yang rendah, khususnya dalam trimester pertama, berkaitan dengan peningkatan vaskularisasi serta ukuran plasenta, retardasi pertumbuhan intra uteri dan berat lahir yang rendah. Diagnosis anemia pada kehamilan akan dipersulit oleh perubahan hormonal pada indikator hematologi :
- Sintesis transperin meningkat sehingga terjadi penurunan saturasi transferin
- Produksi feritin menurun, hasil pengukuran dibawah 12 microgram/liter dianggap sebagai indikasi defisiensi zat besi pada kehamilan.
- Hemodilusi meningkat.
Cara tubuh menangani zat besi
Absorpsi zat besi mengalami peningkatan jika terdapat asam di dalam lambung. Keberadaan asam ini daapat ditingkatkan dengan :
· Minum tablet zat besi dengan makan daging atau ikan yang menstimulasi produksi asam lambung.
· Memberikan tablet zat besi bersama tablet asam akrobat (vitamin C) 200mg atau bersama jus jeruk.
Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan jarang bertumpuk di dalam tubuh. Akan tetapi, penggunaan vitamin c dengan dosis tinggi dapat menyebabkan batu ginjal atau memicu krisis sel sabit pada orang yang rentan. Hasil pemeriksaan glukosa dapat dikaburkan dengan pengunaan dosis tinggi. Karena itu, dosis 200 mg hingga maksimal hingga 500 mg/hari merupakan dosis yang dianjurkan untuk diberikan bersama tablet zat besi. Usus hanya mampu menyerap 40-60 mg zat besi /hari, bahkan pada penderita anemia berat sekalipun. Dosis yang tinggi hanya meningkatkan efek samping gastrointestina.
Efek samping terapi zat besi
- Efek samping gastrointestinal
Dapat menyebabkan mual muntah, keram lambung, nyeri ulu hati dan konstipasi. Minum tablet besi pada saat makan atau segera sesudah makan dapat mengurangi gejala mual yang menyertainya tetapi juga akan menurunkan jumlah zat besi yang dikonsumsi. Kepada wanita yang menggunakan zat besi harrus diingatkan bahwa tinjanya dapat menjadi hitam selama menjalani terapi zat besi, keadaan ini dapat menutupi setiap perdarahan gastrointestina
- Defisiensi micronutrient
Absorpsi zink dalam kalsium dapat menurun dengan pemberian tablet zat besi. Defisiensi zink pernah disertai dengan anemia, absorpsi folat yang jelek, retardasi pertumbuhan intra uteri, partus prematur, berat lahir rendah dan kesembuhan luka yang buruk. Gangguan keseimbangan zink lebih cenderung terjadi pada vegetarian, perokok dan peminum berat. Akan tetapi, suplementasi zink yang berlebih akan menyebabkan iritasi lambung, aterosklerosis dan anemia yang terjadi nsekunder karena defisiensi tembaga. Zat besi dapat meningkatkan kebutuhan terhadap mikronutrient lain dengan menstimulasi pembentukan sel darah merah yang juga meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap asam folat.
Kelebihan Zat Besi
Hasil akhir yang merugikan kehamilan lebih cenderung terjadi bila kadar hemoglobin ibu turun sehingga berada diluar kisaran 10,4-13,2 gr/100 ml. Kadar hemoglobin yang lebih tinggi akan meningkatkan viskositas darah. Ini akan menggangu aliran darah pada plasenta serta merupakan predisposisi untuk timbulnya koagulasi.
- Vitamin C
Vitamin C diberikan untuk penyerapan zat besi dalam tubuh ibu hamil dan meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Mulai diberikan bersamaan dengan pemberian tablet besi, dengan dosis yang dianjurkan 50 mg per hari.Sumbernya yaitu : buah – buahan dan sayur – sayuran.
- Kalsium
Kalsium merupakan salah satu zat yang dibutuhkan ibu hamil. Karena kalsium akan diperlukan dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Jika cadangan kalsium yang dimiliki ibu hamil tidak mencukupinya, maka janin akan mengambil cadangan kalsium yang dimiliki tulang dan gigi ibu. Akibatnya ibu hamil akan sering mengalami keluhan sakit gigi maupun nyeri pada ototnya.
Secara alamiah, saat hamil wanita sudah memiliki cadangan kalsium yang cukup untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Hanya saja, jika terjadi kekurangan, kemungkinan besar karena kurangnya asupan gizi saat hamil dan terlalu lelah. Dalam kondisi normal, wanita hamil sudah memiliki cadangan khusus. Namun, jika kondisi lelah, kurang tidur dan makan, ini bisa menyebabkan kontraksi otot.
Kalsium semakin dibutuhkan ibu hamil saat memasuki trimester kedua dan ketiga kehamilan. Pada masa inilah janin mulai tumbuh dengan pesat, terutama pembentukan tulang dan giginya. Kebutuhannya sekitar 1.200 mg per hari sama dengan mengonsumsi 2 gelas susu atau 125 g keju, jauh lebih banyak di banding kebutuhan kalsium selama tidak hamil yang hanya 1.000 mg per hari.
Untuk sumber kalsium sendiri ada banyak sumber kalsium. Di antaranya telur, susu, ikan teri, ikan salmon, sardin, sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang tanah) dan wijen. Bila kebutuhan akan kalsium tidak terpenuhi, janin akan mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu. Akibatnya, rangka tulang akan cepat rapuh karena terjadi demineralisasi dan ibu akan mengalami keropos tulang dini. Sedangkan dampak kekurangan kalsium secara langsung pada janin tak ada.Untuk mengetahui gejala kekurangan kalsium, salah satunya adalah jika gusi sering terasa sakit, gusi berdarah, HB rendah, sering lesu, dan lainnya.
Vitamin C dan gula susu (laktosa) juga membantu penyerapan kalsium, sedangkan makan tinggi lemak, protein dan tinggi serat akan menurunkan penyerapannya.
- Vitamin B kompleks
Vitamin B kompleks mulai diberikan umur kehamilan lebih dari 32-36 minggu dengan dosis pemberian 2-3x per hari
- Vitamin B1
Mulai diberikan pada umur kehamilan 37 minggu dengan dosis 100-200 mg per hari.Vitamin B1 ini diperlukan untuk merangsang saraf ada saat persalinan sehingga terjadinya his yang menandai persalinan.Sumbernya yaitu ; bekatul beras, ragi, sayur – sayuran, susu, kuning telur, dan hati.
- Vitamin B12
Vitamin B12 terdiri dari cincin forfirin, atom Co, basa dietilbenzimedazol, ribose dan asam fospat. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia perniosa disamping bersifat megaloplastik juga disertai gangguan neurologik yang dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup.Vitamin ini didapat dari makanan yang bersifat hewani seperti: hati, ginjal, lambung., kuning telur, susu kering bebas lemak, dan kepiting, kebutuhan vitamin ini akan meningkat selama kehamilan trimester kedua dan ketiga yakni ketika asupan energi meningkat.
SYNTOCINON
1. Nama Paten & Nama Dagang
Tergolong oksitosin sintetik (generik). Nama paten yang lain:
- Decatocin
- Oxytocin
- Pitogin
- Piton-s
Obat ini merangsang otot polos uterus dan kelenjar mamae, fungsi perangsangan ini bersifat selektif dan cukup kuat. Pada kehamilan tua dan persalinan spontan, pemberian syntosinon meningkatkan kontraksi fundus uteri meliputi peningkatan frekuensi amplitudo dan lamanya kontraksi.
Syntosinon dianggap memberi kemudahan dalam persalinan serta memegang peranan penting dalam refleks ejeksi susu (laktogen) yang menyebabkan keluaran air susu. Syntosinon lebih baik dari Ergometrin karena kontraksi berlangsung lebih perlahan dan secara ritmis, diselingi fase istirahat. Digunakan pula sesudah persalinan guna mencegah perdarahan selanjutnya, untuk ini lebih dianjurkan ergometrin karena efeknya lebih cepat dan kontraksinya lebih kuat dan pesat.
2. Mekanisme / Cara Kerja
Bersama dengan faktor-faktor lainnya oksitosin memainkan peranan yang sangat penting dalam persalinan dan ejeksi ASI. Oksitosin bekerja pada reseptor oksitosik untuk menyebabkan :
v Kontraksi uterus pada kehamilan aterm yang terjadi lewat kerja langsung pada otot polos maupun lewat peningkatan produksi prostaglandin
v Konstriksi pembuluh darah umbilicus
v Kontraksi sel-sel miopital ( refleks ejeksi ASI ) oksitosin bekerja pada reseptor hormone antidiuretik ( ADH )* untuk menyebabkan peningkatan
atau penurunan yang mendadak pada tekanan darah 9 diastolik karena
terjadinya vasodilatasi retensi air.
atau penurunan yang mendadak pada tekanan darah 9 diastolik karena
terjadinya vasodilatasi retensi air.
· Catatan : oksitosin dan hormone antidiuretik memiliki rumus bangun yang sangat mirip sehingga menjelaskan mengapa fungsi kedua substansi ini saling tumpang tindih.
Kerja oksitosin yang lain meliputi :
a) kontraksi tuba falopi untuk membantu pengangkutan sperma
b) luteolitis (involusi korpus luteum )
c) peranan neurotransmitter yang lain dalam system saraf pusat.
Oksitosin disintesis dalam hipotalamus, kelenjar gonad, plasenta dan uterus. Mulai dari usia kehamilan 32 minggu dan selanjutnya, konsentrasi oksitosin dan demikian pula aktifitas uterus akan lebih tinggi pada malam harinya ( Hirst et al, 1993 ).
Pelepasan oksitosin endogenus ditingkatkan oleh :
· Persalinan
· Stimulasi serviks vagina atau payudara
· Estrogen yang beredar dalam darah
· Peningkatan osmolalitas / konsentrasi plasma
· Volume carian yang rendah dalam sirkulasi darah
· Stres.
Stres dalam persalinan dapat memacu partus presipitatus yang dikenal
dengan istilah refleks ejeksi fetus. Stres yang disebabkan oleh
tangisan bayi akan menstimulasi produksi ASI.
Stres dalam persalinan dapat memacu partus presipitatus yang dikenal
dengan istilah refleks ejeksi fetus. Stres yang disebabkan oleh
tangisan bayi akan menstimulasi produksi ASI.
Pelepasan oksitosin disupresi oleh :
o Alcohol
o Relaksin
o Penurunan osmolalitas plasma
o Volume cairan yang tinggi dalam sirkulasi darah ( Graves, 1996 )
v Indikasi
§ oksitosik
§ mengurangi pembengkakan payudara
v Efek samping
o Spasme uterus ( pada dosis rendah )
o Hiper stimulasi uterus 9 membahayakan janin : kerusakan jaringan lunak / rupture uterus )
o Keracunan cairan dan hiponatremia ( pada dosis besar )
o Mual, muntah, aritmia, anafilaksis, ruam kulit, aplasia plasenta, emboli amnion.
o Kontraksi pembuluh darah tali pusat
o Kerja antidiuretik
o Reaksi hipersensitifitas
v Kontra indikasi
o Kontraksi uterus hipertonik
o Distress janin
o Prematurisasi
o Letak bayi tidak normal
o Disporposi sepalo pelvis
o Predisposisi lain untuk pecahnya rahim
o Obstruksi mekanik pada jalan lahir
o Preeklamsi atau penyakit kardiovaskuler atau pada ibu hamil yang berusia 35 tahun
o Resistensi dan inersia uterus
o Uterus yang starvasi
o Gawat janin
3. Farmakodinamika Oksitosin (Syntokinon)
Awitan kerja dari oksitosin yang diberikan secara intramuscular timbul 3-5 menit, waktu untuk mencapai puncak konsentrasi belum diketahui dan lama kerjanya adalah 2-3 jam. Awitan kerja dari oksitosin yang diberikan secara intravena terjadi segera, waktu untuk mencapai puncak konsentrasinya tidak diketahui dan lama kerjanya adalah 20 menit.
Obat diberikan secara intravena untuk menginduksi kehamilan atau mempercepat persalinan. Pitocin dicairkan dalam 1000 ml larutan Ringer Laktat sampai konsentrasinya 10 mU/ml. Cairan campuran ini diberikan melalui jalur intravena kedua dari cairan intravena kontrol. Dosis awal adalah 0,5 mu/menit dititrasi dengan kecepatan 0,2-2,5 mu setiap 15-30 menit sampai konsentrasi kira-kira terjadi setiap 3 menit dengan kualitas yang cukup.
Untuk pencegahan dan pengendalian perdarahan atoni uterus, 10 u oksitosin ditambahkan ke dalam 1 liter larutan dekstrose atau elektrolit (10 mu/ml) diinfuskan dengan kecepatan yang dapat mengendalikan atoni. Oksitosin diberikan secara intramuskuler 10 mu setelah plasenta lahir.
4. Farmakokinetik Oksitosin (Syntokinon)
Oksitosin (Pitocin Syntokinon) diabsorpsi dengan baik oleh mukosa hidung ketika diberikan secara intranasal untuk mengeluarkan asi. Kemampuan mengikat proteinnya rendah dan waktu paruhnya 1-9 menit. Dimetabolisasi dengan cepat dan diekskresikan dalam hati (sumber Farmakologi Joycel Kee & Evelyn R. Hayes hal 635). Waktu paruh 1-20 menit kendati data-data farmakologis yang lebih mutakhir menunjukkan angka 15 menit (Gonser, 1995). Syntokinon akan dieleminasi dalam waktu 30-40 menit sesudah pemberian (Clayworth, 2000).
5. DOSIS
- Induksi persalinan pada lemah uterus:
- Infus intravena 1-4 mu/menit dinaikkan dalam interval tak kurang dari 20 menit sampai dicapai pola persalinan mirip persalinan normal (biasanya kurang dari 10 mu/menit untuk persalinan aterm).
- Dosis maksimum 20 mu/menit (bila dibutuhkan dosis tinggi, gunakan larutan 10 unit/500 ml)
- Jangan menggunakan total lebih dari 5 unit per hari (pengulangan pada hari berikutnya mulai lagi dengan 1-4 mu/menit). Monitor DJJ dan kuatnya kontraksi penting untuk menyesuaikan dosis dengan respon klinik. Bila ada gawat janin atau hipereaksi uterus, infus harus dihentikan.
- Bedah caesar : injeksi intravena lambat 5 unit segera setelah persalinan.
- Pencegahan perdarahan pasca persalinan : injeksi intravena lambat 5 unit setelah keluar plasenta.
- Bila memang telah diberikan infus obat, percepat infus selama kala 3 dan beberapa jam berikutnya.
- Dapat juga diberikan injeksi IM kombinasi oksitosin dan ergometrin.
- Perdarahan pasca persalinan: injeksi IV lambat 5 unit, diikuti dengan infus 5-20 unit dalam 500 ml glukosa 5% dengan kecepatan yang dianjurkan untuk atonia uterus.
- Abortus incomplete/ Missed abortion : 5 unit injeksi intravena lambat diikuti dengan infus 20-40 mu/menit.
Infus berkepanjangan dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kelebihan cairan dan hiponatremia. Untuk mencegah ini, gunakan cairan elektrolit (jangan glukosa), pekatnya larutannya, kurangi asupan cairan per oral, monitor cairan dan elektrolit.
- Oxytocin (Generik) Cairan Inj. 10 UI/ml (K)
- Oxytocin S (Ethica) Cairan Inj. 10 UI/ml (K)
- Piton S (Organon Indonesia) Cairan Inj. 10 UI/ml (K)
- Syntocinon (Novartis Switzerland) Cairan Inj. 10 UI/ml (K)
6. Efek obat sintokinin
Jika suatu obat tidak memiliki efek samping maka diduga obat ini tak mempunyai efek utama. Pada hampir semua bahan obat harus diperhitungkan efek samping, yaitu kerja-kerja disamping (selain) kerja utamanya. Dapat berupa hal yang diinginkan atau tidak, merugikan ataupun sampai parah. Semua itu bergantung pada dosis dan jenis efek samping serta kondisi khusus.
Efek-efek maternal terlihat pada pemakaian IV yang mencakup hipotensi. Hipertensi, mual muntah, penurunan aliran darah uterus, ruam kulit serta anoreksia. Reaksi yang merugikan mencakup tetani uterus, anafilaksis, asfiksia, kejang, koma, perdarahan intracranial, intoksikasi air dan disritmia.
Pada janin, karena induksi motilitas uterus oksitosin dapat menyebabkan bradikardia, kontraksi ventrikel premature dan aritmia lain serta sangat jarang kematian janin, nilai apgar rendah, ikterik dan perdarahan retina telah dilaporkan terjadi neonatus.
ini tugas pertamaq d farmakologi,,,,sewaktu tingkat I
Langganan:
Postingan (Atom)